Jam Tangan Pintar: LG G Watch R

Sebenarnya jam tangan ini sudah saya miliki selama beberapa bulan, tapi baru kali ini sempat memberikan review mendalam untuknya. LG G Watch R, salah satu jam tangan pintar (smart watch) besutan LG dengan spesifikasi mumpuni dan desain yang tak lekang oleh waktu.

 

Desain

Beda dari smartwatch-smartwatch sebelumnya yang umumnya berbentuk kotak seperti jam digital, yang kadang terlihat seperti komputer pada pergelangan tangan.  G Watch R Dibekali dengan desain bundar yang sporty, jam tangan ini terlihat seperti jam tangan biasa kalau dari jauh.

 

Dari pabriknya, jam ini dilengkapi dengan leather strap (tali kulit) berwarna hitam putih. Kebetulan saya kurang suka memakai aksesories berbau kulit, jadi saya juga memesan silicon strap dan juga metal-link strap berwarna hitam supaya sesuai dengan warna dan design nya.

LG sama dock

Software

Beroperasi dengan android wear versi 1.40 dengan basis Android OS 6.0.1 (marshmallow), jam tangan ini bisa dikostumifikasi dengan mudah melalui perangkat android pendampingnya. Dalam hal ini saya menggunakan Xiaomi mi4 dengan android Marshmallow. Saya bisa menggunakan berbagai “watch face” favorit yang tersedia gratis di internet dan di playstore, tapi ada juga versi premium yang harganya rata2 cuma $1 per buah.

 

Hardware

Meskipun kelihatannya simple dan sederhana dari luar, tapi gadget yang tergolong premium ini didukung processor Snapdragon 400 1.2GHz , RAM 512MB , internal storage 4 GB, dan sebuah baterai berkapasitas 410mAh yang membuat tiap operasional terasa sangat halus tanpa lag sedikitpun. Tiap sentuhan dan perpindahan dari aplikasi ke aplikasi yang lainnya terasa responsive. Koneksi ke handphone lewat Bluetooth pun sangat cepat. Pada update firmware yang terakhir, dukungan software untuk menggunakan chip Wifi sudah terpasang seperti pada G Watch Urban. Banyak yang komplain dengan alasan jamnya kurang responsive, dan butuh beberapa detik bahkan menit untuk membuka satu aplikasi saja (sebut saja salah satunya generasi pertama sony smartwatch, bahkan generasi pertama LG watch yg masih berbentuk kotak). Tapi keluhan tersebut tidak terdapat pada jam tangan ini.

 

Harga

Sebenarnya ada generasi terbaru dari seri G Watch, yaitu LG G Watch Urban, yang merupakan penyempurnaan dari G Watch R. Tapi ini masalah selera pribadi, saya lebih suka desain yang cenderung sporty daripada design elegan dari G Watch Urban. Hal ini yang menyebabkan saya harus berburu online mencari toko yang masih menjual LG G Watch R, tapi apa daya stok sudah habis. Bahkan di Amazon.com harganya dibanderol $400 sebelum pajak dan ongkos kirim, dan harus indent beberapa hari. Lho, kok harganya jadi mirip dengan harga adiknya (Urban)?

 

Beruntung di ebay ada penawaran dari seseorang yang berdomisili di Texas. Karena butuh uang, beliau menjualnya hanya dengan harga $150 + ongkos kirim sekitar $15. Langsung saya login ke paypal untuk melakukan pembayaran. Dan yupz, saya hanya harus menunggu beberapa hari sampai barangnya tiba.

 

Kesimpulan

Dengan harga yang relative lebih terjangkau dari vendor saingan, LG G Watch R merupakan smartwatch yang terbilang lebih worthed untuk dimiliki. Ingin yang lebih bagus dari LG G Watch R? yang lebih mahal banyak.. Ada buatan Fossil dan Tag heuer yang punya design lebih keren dengan bandrol mencapai ribuan dollar. Smartwatch besutan apple juga ada, iWatch dengan design kotaknya itu, dari rentang harga  paling murah $350 sampai dengan ribuan dollar yg lebih mahal dari iPhone nya sendiri (harus punya iPhone).

 

Tapi, semua kembali ke selera pribadi. Bukan begitu?

Gajian dari Google

Setelah beberapa bulan vacuum menulis blog dan juga jarang mengurusi web app di andiim3.com, tiba2 beberapa hari kemarin ada email penting dari Google. Isinya kurang lebih tentang update dari status pembayaran bulan ini.

logo_adsense

 

Untuk pertama kalinya pembayaran dari google otomatis masuk ke salah satu rekening bank saya. Biasanya saya harus mengurusinya ke western union bersama ibunda karena payment nya atas nama beliau, in case saya masih berpetualang di luar daerah, beliau bisa mencairkannya sendiri. Tapi semenjak Google menawarkan cara baru pembayaran adsense, saya mengubahnya ke bank wire transfer.

Jumlahnya memang tidak seberapa, karena treshold nya sendiri berada di titik minimum pembayaran. Tapi kalau dibandingkan dengan pembayaran pertama yg saya dapatkan 10 tahun lalu dengan kurs USD yang rendah, kali ini uangnya cukup untuk membiayai sewa server dan biaya 2 nama domain yang saya punya. Tentunya masih ada sisa untuk makan pecel lele, sebulan. Hahaha

Bisnis pasif ini memang tidak saya terlalu tekuni beberapa tahun belakangan karena memang masih sibuk berkelana di luar daerah. Bukan cuma karena tidak sempat membuka laptop, tapi juga akses internet yang terbatas. Kalaupun ada akses, tapi harganya koneksinya mahal banget. Bayangkan, rata2 biaya internet disini $40 USD untuk 460 menit, setara dengan RP 544.000 (kurs RP 13.600/1 USD) untuk 7,5 jam online dengan kecepatan dibawah koneksi 3G.

Jadi saya biarkan blog saya diam terbengkalai tanpa satu update pun selama beberapa bulan, begitu juga web app saya. Trafik pengunjung menurun drastis, Google Page Rank juga turun dari rank 3 jadi rank 0 untuk kedua website saya.

Untungnya pengunjung di web app saya tetap tergolong ramai tiap harinya, jadi pasif income nya ya dari satu website ini saja. Sedikit demi sedikit mengumpulkan recehan dari pengiklan.

Rencananya mulai 3-4 bulan kedepan saya akan mulai rajin update konten selama liburan di rumah. Juga mulai membudayakan “blogwalking” seperti 10 tahun lalu, dimana para blogger saling membantu memberi traffik positif dan saling bersilahturahmi.

Saya jadi ingat waktu masih jamannya blogwalking, pembayaran adsense datang hampir setiap 1-2 bulan sekali. Sekarang?

hell of a ride to mount Batur

few days ago, i went to Kintamani with my classmates in high school, just the 3 of ’em. and they all are girls, I was the only men in the car. It’s so sad that not all of my classmates can join this trip.

I can’t believe we went to the place where we camped 6 years ago. The year was 2008, and we were just moved to the second grade in Smansa Singaraja. I can still remember how it feel to see sunrise from the top of the mount Batur. If you see the mountain on the background of the picture bellow, there i was standing with fellow Smansa students and teachers.

me n my ride
me n my ride

But weather didn’t allow us to do another hiking, so just a couple of pictures in the valley, and home we go. Well, technically we went to Pancasari via bedugul first to escort one of my friend there.

Haliastur indus

image

Haliastur indus atau lebih dikenal dengan sebutan elang bondol, dapat ditemukan di daerah asia tenggara, cina, dan australia, atau di kebun binatang ragunan. Lho??

Iya men.. barusan gw maen ke ragunan, nengok saudara gw, yaitu..

image

Gw kesana ama adek gw yang baru aja nemu profesi baru, yaitu ngemis part time di ragunan.. lumayan lancar bisnisnya..

image
Komang lagi ngemis

Kemarin kita maen ke cibubur juga, kampung china.. tapi.. kurang asik ah..
image

embarrassed [repost]

A guy asked a girl in a library, “Do you mind if I sit beside you?”

The girl answered with a loud voice, “I DO NOT WANT TO SPEND THE NIGHT WITH YOUUU!!!!!”

All of the students in the library started staring at the guy. He was very embarrassed.

After a couple of minutes, the girl walked quietly to the guy’s table and told him, “I study psychology and I know what a man is thinking. Let me guess, you were embarrassed, huh?”

The guy responded with a loud voice, “200 DOLLARS FOR ONE NIGHT?!?!?! THAT’S TOO MUCH!!!”

…and all the people in the library looked at the girl in shock. The guy leaned over and whispered, “I study Law, and I know how to make people look guilty.

troll face