Cara Olahraga Ringan

Beberapa sahabat sempat terheran saat melihat saya tidak mengenakan seragam, terutama saat bertemu di pemandian umum khusus cowo di gang kompleks sebelah. Beberapa berani bertanya, “ndi, lu perasaan ga pernah keliatan di gym, kok keliatan fit terus, berbentuk pula”. Kalem sering saya menjawab, “kerjaan kuli memang berat”. Rahasianya?

 

Memang, saya sudah ngga pernah keliatan ke gym lagi semenjak September 2014. Tapi disela-sela jam kerja yang padat dan panjang (rata2 11jam per hari), saya selalu menyempatkan diri untuk olahraga ringan di kamar, setidaknya 5-15 menit setiap bangun tidur, entah itu pagi atau sore, bahkan tengah malam sebelum tidur.

 

Push Up

Saya punya target push up yaitu 100 kali repetisi yang terbagi menjadi 3-4 set setiap kali olahraga. Set pertama adalah 40 kali push up biasa, di lantai yg datar. Karena set ini adalah set pertama dari sekian rangkaian olahraga yang dilakukan, biasanya masih tersimpan banyak energy untuk melakukan repetisi “bonus” yang bisa ditambahkan dalam satu set.

Setelah istirahat selama kira2 20 detik, saya lanjutkan ke set ke-2 yaitu decline push up dengan 30 repetisi.

Lalu set ke-3, yaitu incline push up dengan 20 repetisi. Dengan posisi kaki di lantai, dan kedua tangan di kursi dengan jarak sebahu atau lebih dekat seperti diamond push up atau military push up.

10 repetisi sisanya saya gunakan untuk diamond push up, atau kalo masih terasa bertenaga, saya tambahkan repetisinya menjadi 20. Bahkan tambah set dengan military push up.

Push UP!!

Sit Up

Untuk mendapatkan perut datar yang seksi itu tidak mudah, bahkan melatih perut itu tergolong menyakitkan. Diperlukan ketekunan dan disiplin yang tinggi untuk mendapatkan perut idaman. Beberapa tahun lalu saya sempat kok punya perut 6 packs, tapi itu dengan diet terkontrol yang sangat ketat dan latihan sit up dengan beban 15-25 kg setiap hari. -,- tapi masa2 itu sudah lewat. Perut datar cukup kok, yang penting tidak buncit setelah makan ngamuk di jamuan makan.

Lanjut ke topik masalah, push up biasanya saya lakukan sebisanya, dan engga setiap hari kok. Biasanya saya akan memberi jeda 1-2 hari sebelum kembali melakukan sit up, ini untuk memberikan kesempatan recovery untuk otot2 perut. Setiap kali exercise, saya lakukan beberapa set yg masing2 terdiri dari 25 repetisi. Sets yang rutin saya lakukan: sit up, oblique V up, rock climber, scissors, in and out, cycling, dan sebagainya.

kalau sudah terbiasa melakukan work out, biasanya 25 repetisi bakal terasa enteng. Bisa ditambah repetisinya sampai otot terasa terbakar. Dan jangan lupa peregangan dengan posisi yoga “cobra” supaya tidak keram.

 

Resistance Band

sporti-heavy-resistance-band Kebetulan 2 tahun lalu saya sempat beli resistance band di sebuah toko obat dan alat kesehatan (drug store) waktu berkunjung ke Ketchikan, Alaska. Harganya $15 pada saat itu. Tergolong mahal dikelasnya, tapi lebih baik dari yg harganya lebih murah. Yang ini tidak gampang putus dengan resistance yang lebih kuat.

Alat multiguna ini saya gunakan khususnya untuk latihan tangan, yaitu membentuk deltoid, triceps, dan biceps. Tapi kadang2 saya juga menggunakannya untuk melatih bahu, perut, bahkan untuk push up. Dengan posisi dan set yang benar, latihan menggunakan resistance band untuk melatih biceps sama dengan saat menggunakan beban seberat 15-40KG tergantung dari panjang-pendeknya band dan ketebalan/kelas dari band itu sendiri.

 

Pull Up

Saya sering melakukan pull up, tapi bukan di kamar, karena terlalu sempit dan basically tidak ada tempatnya. Saya melakukan pull up setiap harus naik elevator. Kebetulan ada sejenis tangga di dalam elevator yg bisa saya gunakan untuk keperluan pull up. Setiap kali naik/turun dengan elevator biasanya saya bisa melakukan 10-15 kali pull up sebelum sampai di lantai yg diinginkan. Tidak perduli apa kata para sahabat yg kebetulan berada di dalam elevator mereka hanya melihat sambil terheran.

Pepatah bilang, mensana mensono, dalam jiwa yg sehat, bisa bebas kesini-kesono..

Rancang Desain Bangunan

Beberapa hari belakangan, kerjaan ngga menumpuk seperti biasanya, jadi saya punya banyak waktu luang di depan komputer kerja. Karena ngga boleh pergi kemana-mana, jadi baiknya saya melakukan kegiatan yang positif sambil menunggu jam pulang, salah satunya dengan menuangkan inspirasi desain rumah impian saya.

Beberapa bulan kedepan saya rencananya ingin meminang sebidang tanah kavling seluas minimal 1 are, atau mungkin beserta dengan rumahnya. Ini memang impian saya sejak dulu untuk punya rumah sebelum menikah, dan rupanya ada jalan yang terbuka untuk mewujudkannya tahun ini.

Berikut beberapa layout idaman saya untuk tipe 36, 45, dan 50 pada tanah seluas 1 are:T36a
T50
T45

Kalau dilihat dari layout nya, memang nampak ada persamaan. Yapz, persamaan nya terletak pada ruang keluarga dan dapur yang cuma dipisahkan oleh bar counter yang selain berfungsi sebagai bar, bisa juga berfungsi sebagai meja makan. Ini terinspirasi dari design apartemen milik Ted Mosby.

Lokasi idaman saya pribadi adalah di seputaran kota Singaraja. Sebuah kota kecil terletak di Bali Utara, udaranya panas memang, karena dekat pantai, tapi juga sangat sejuk pada pagi hari, mungkin karena dekat dengan pegunungan. Well, lets see in November.

Jadwal Kerja Baru

Sudah beberapa minggu ini saya kembali bekerja di belakang meja seperti tahun-tahun sebelumnya. Kelihatannya memang bonafit, kerja kantoran. Banyak teman sejawat bilang “wah, Andi, Nice life sekarang, ga gedebak-gedebuk kerjanya”. Dan biasanya saya hanya bisa menjawab sambil tersenyum “iya, mau tukeran posisi ngga?” dengan nada rendah.

Banyak yang tidak tahu kalau posisi saya sekarang ini adalah posisi tidak sehat jika dibandingkan dengan teman sejawat. Tidak sehat fisikologis, psikologis, dan juga moneter. Kenapa?
0511-0811-0415-3733_Cartoon_of_an_Office_Worker_Drinking_Too_Much_Coffee_clipart_image
Read More

Tata Cara Melukat

Melukat adalah salah satu ciri khas spiritualisme Hindu. Sebab melukat telah ada sejak jaman Veda, dimana dalam Veda sendiri tentang melukat ada dibahas dalam belasan sloka. Tapi dalam agama lain juga ada, seperti misalnya dalam tata cara Buddha di Tibet dan Kamboja.  Melukat adalah menerima pembersihan dan penyembuhan langsung dari Ibu pertiwi dan Bapak alam semesta. Medianya adalah air, karena air di alam berfungsi sebagai media penghantar dan sekaligus sumber vibrasi energi suci alam semesta yang sangat baik. Energi-energi negatif yang menghambat di dalam diri kita dicerai-beraikan, untuk kemudian diselaraskan dengan energi alam semesta yang suci. Fenomena ketidakseimbangan aliran energi ini sendiri bisa dideteksi sejak awal mula sekali, melalui kondisi kesehatan kita dan bagaimana riak-riak emosi dan perasaan kita sendiri.

Dalam Veda disebutkan bahwa tubuh dan pikiran kita ini sebuah sistem [bhuana alit] yang merupakan bagian dari maha-sistem [alam semesta/bhuana agung]. Semuanya saling mempengaruhi satu sama lain, melalui vibrasi-vibrasi yang tidak bisa kita lihat dengan mata, yang disebut vibrasi kosmik. Energi suci yang ada di alam semesta dapat mentransformasi kecenderungan negatif di dalam lapisan tubuh kita menjadi positif.

FAKTOR YANG MENENTUKAN

Ada empat faktor yang menentukan di dalam pelaksanaan melukat, yaitu :

1. Kebersihan bathin dan keseharian kita sendiri.

Analogi yang mungkin mendekati untuk bisa menjelaskan adalah : pikiran dan badan kita ini ibarat gelas yang akan menampung energi alam dan energi alam ibarat air yang akan mengisi gelas tersebut. Semakin bersih pikiran kita dari sad ripu, semakin besar ”gelas-nya”, sehingga semakin banyak energi suci alam yang bisa ”ditampung” dan hasilnya tentu semakin baik.

Tapi jangan khawatir bagi orang yang merasa bathin dan kesehariannya kurang bersih. Bagi orang yang tidak-tenang, gelisah, banyak marah, banyak benci, penuh nafsu, dll, justru melukat bisa sangat membantu menetralisir energi-energi negatif di dalam diri kita. Tapi dengan catatan hal ini harus dilakukan dengan benar dan rutin, sehingga melukat dapat menjadi hal yang sangat membantu meningkatkan pertumbuhan [evolusi] jiwa kita.

2. Lokasi.

Upahvare girinam samghate ca

Nadinam, dhiya vipro ajayata

[Rig Veda VIII.6.28]

 -Di tempat-tempat yang hening, di gunung-gunung [daerah pegunungan] pada pertemuan dua buah sungai [campuhan], disanalah para maharsi mendapatkan pemikiran yang jernih [suci].

 Tam u sucim sucayo didivansam

Apam napatam parithasthur apah

[Rig Veda II.35.3].

-Air suci murni yang mengalir, baik dari mata air maupun dari laut, mempunyai kekuatan yang menyucikan.

Lokasi melukat sangatlah penting untuk kita perhatikan, baik secara niskala maupun sekala. Melukat harus dilaksanakan pada tiga lokasi titik air di alam yang terbaik, yaitu : sumber mata air dimana dijadikan tempat suci [misalnya : beji, pathirtan, dll], sungai suci atau pada campuhan [titik pertemuan dua buah sungai atau lebih] tertentu atau bisa juga di pantai [laut]. Lokasi-lokasi seperti ini umumnya memiliki vibrasi positif yang sangat kuat. Kalau mata bathin kita sudah terbuka, kita akan bisa melihat bahwa di beji, pathirtan atau campuhan umumnya sangat disukai oleh mahluk-mahluk halus, karena mereka sendiri juga mendambakan energi positif dari tempat ini.

Ada dua hal yang sebaiknya kita perhatikan :

Secara niskala : sumber mata air, campuhan atau pantai tempat melukat, selayaknya dipilih yang memiliki vibrasi energi alam yang kuat. Akan tetapi tentunya hal ini tidak bisa dilihat oleh orang biasa secara kasat mata, hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang mata bathinnya sudah terbuka. Tapi seandainya kita orang biasa yang tidak tahu caranya, kita bisa mencoba berbagai tempat melukat terlebih dahulu. Lalu kita bisa memastikannya dengan merasakannya sendiri, lokasi mana yang paling bisa membuat bathin kita menjadi jernih dan sejuk.

Secara sekala : sumber mata air, campuhan atau pantai tempat melukat, harus memiliki air yang bersih atau jernih dan tidak tercemar. Karena hal ini juga ikut mempengaruhi kualitas air sebagai media perantara.

3. Tehnik.

Di bagian penjelasan tentang tehnik ini ada dua hal yang sebaiknya menjadi perhatian kita.

– Pertama : persembahyangan, baik sebelum melukat maupun setelah melukat.

Dimanapun kita melukat, sebaiknya kita sembahyang dahulu sebelum melukat. Kalau anda punya pejati silahkan, tapi kalau tidak ada pejati dengan bekal satu canang dan dupa saja sudah cukup. Seandainya juga tidak ada canang dan dupa, bisa kita gantikan dengan mempersembahkan Gayatri Mantra.

Apo asman matarah sundhayantu

Ghrtena no ghrtapvah punantu

Visvam hi ripram pravahanti devir

Ud id abhyah sucir a puta emi

[Rig Veda X.17.10]

– Semoga air suci berkah alam semesta ini menyucikan diri kami sehingga kami bercahaya gemerlapan. Semoga diri kami dibersihkan oleh air suci ini. Semoga air suci ini melenyapkan segala kekotoran kami. Kami akan bangkit [dari kegelapan] dan memperoleh kesucian darinya.

Dalam Veda ada berbagai mantra untuk persembahyangan sebelum melukat. Seandainya kita tidak hafal, persembahyangan bisa kita mulai dengan melafalkan Gayatri Mantra. Setelah itu kita mohon kepada Hyang Acintya dan dewa-dewi yang berstana disana, agar melalui penglukatan tersebut badan dan pikiran kita dibersihkan dari segala energi negatif. Khusus untuk di laut, kita mohonkan kepada Hyang Acintya dan Hyang Baruna [Dewa Varuna].

Setelah selesai melukat sebaiknya kita kembali sembahyang [Gayatri Mantra] atau sama baiknya juga kalau kita meditasi.

– Kedua : Tanpa busana.

Ada dua latar belakang mengapa kita sebaiknya melukat tanpa busana.

-1. Karena sesungguhnya ketelanjangan memiliki energi pembebasan yang sangat besar-.

Ketika kita tanpa sehelai benang-pun, disana terjadi banyak sekali pelepasan energi-energi negatif yang menekan dan membebani bathin kita. Itulah rahasia-nya mengapa dalam berbagai tradisi spiritual hal ini banyak dilakukan. Misalnya di Jawa kita mengenal Tapa Wuda [meditasi yang dilakukan tanpa busana]. Juga di India para yogi himalaya [naga sadhu] dari salah satu sekte Shiva-Tantra, mahayogi bernama Mahavira dan para pertapa-pendeta dari Agama Jain, mereka semua bahkan terus menerus sepanjang waktu kemana-mana tanpa sehelai benangpun. Ketelanjangan abadi mereka tentu saja bukan porno, terutama karena porno hanyalah sebentuk pemikiran, akan tetapi sebaliknya karena dari ketelanjangan terdapat energi pembebasan yang sangat besar. Energi ini oleh alam semesta akan ditransformasikan menjadi energi positif bagi badan [menguatkan dan menyembuhkan badan fisik] dan energi positif bagi pikiran [membersihkan bathin dari kemarahan, dendam, iri hati, rasa inguh, kebencian dan pikiran gelap lainnya].

Dalam teks-teks Hindu ini disebut “avadhuta digambara”, yang berarti “berpakaian langit [tanpa busana] yang suci”. Tanpa penghalang apapun melekat di badan, sebagai penyatuan kosmik dengan keseluruhan alam semesta yang tak terukur batas-batasnya. Serta melepaskan banyak energi-energi negatif yang menekan bathin kita. Dari rasa takut menuju ketabahan, dari kemarahan menuju welas asih, dari kebencian menuju perdamaian, dari keinginan menuju pelepasan, dari kegelapan menuju penerangan. Dimana semuanya adalah satu manunggal tanpa batas. Kita bukanlah tubuh ini dan pikiran ini, melainkan semuanya adalah satu manunggal tanpa batas dalam kemahasucian semesta.

Apo adyanv acarisam rasena sam agasmahi

Payasvan agna a gahi sam prayaya sam ayusa

[Rig Veda I.23.23]

-Sekarang kami menerjunkan diri ke dalam air ini, kami meleburkan diri manunggal dengan kekuatan yang mewujudkan air ini. Semoga kekuatan suci yang tersembunyi dalam air ini, menyucikan dan memberikan kekuatan suci kepada kami.

-2. Karena seluruh bagian dari badan, termasuk bagian yang tersembunyi, semuanya harus berinteraksi langsung dengan air tanpa halangan. Sehingga proses pembersihan dapat terjadi sempurna-.

Seperti halnya alam semesta [bhuana agung], badan kita [bhuana alit] juga terbagi menjadi Tri Loka [tiga bagian]. Bhur Loka pada badan kita adalah bagian pusar ke bawah sampai ujung kaki. Bvah Loka pada badan kita adalah bagian leher ke bawah sampai pusar. Svah Loka pada badan kita adalah bagian leher keatas sampai ujung kepala. Di masing-masing bagian tersebut terdapat kekacauan simpul-simpul energi negatif yang ketiganya saling berhubungan satu sama lain. Pada Svah Loka titik pusat simpul energi negatif-nya terletak pada wilayah dahi, yang merupakan simpul energi dari kecenderungan pikiran atau persepsi pikiran kita. Pada Bvah Loka titik pusat simpul energi negatif-nya terletak pada wilayah dada, yang merupakan simpul energi dari emosi dan perasaan kita, seperti misalnya : rasa sedih, rasa senang, rasa marah, rasa kecewa, dll. Pada Bhur Loka titik pusat simpul energi negatif-nya terletak pada wilayah antara kemaluan dan dubur, yang merupakan simpul energi dari kecenderungan binatang kita, seperti misalnya : tidak ada sifat welas asih, tega, kejam, serakah, mementingkan diri sendiri, penuh nafsu keinginan, suka berkelahi, bertengkar, iri hati, dll.

Sangat penting dalam proses pembersihan ini, seluruh bagian dari badan, termasuk bagian yang tersembunyi, semuanya harus berinteraksi langsung dengan air tanpa halangan. Itulah sebabnya dilakukan tanpa busana. Karena hanya dengan badan yang sepenuhnya terbuka, disana seluruh kekacauan simpul-simpul energi negatif yang ada pada ketiga loka pada lapisan-lapisan badan kita akan dibersihkan secara menyeluruh. Sehingga proses pembersihan ini efektif, dimana energi suci alam semesta terdistribusi dengan baik, dapat lebur menyatu dengan keseluruhan lapisan badan fisik dan lapisan badan halus kita.

[Note : Sayangnya karena ketidaktahuan dan kesalahpahaman, di jaman sekarang ini ada sebagian pendapat yang mulai berubah, yang mengatakan melukat tidak boleh tanpa busana karena dianggap tabu, porno atau tidak sopan. Sehingga kemudian yang berinteraksi dengan air tanpa halangan hanya bagian kepala saja [svah loka]. Ini adalah pandangan yang salah dan tidak lengkap. Sama saja seperti Lingga – Yoni, dianggap hal yang tabu, namun sebenarnya itulah proses besar untuk alam semesta ini. Sebagai penganut ajaran dharma kita harus sepenuhnya sadar bahwa tabu, porno atau tidak sopan sesungguhnya hanya produk pikiran, hanya ada di pikiran kita saja].

Para pertapa asketik di India bersiap-siap melukat di Sungai Gangga.

Saat kita melukat ucapkan mantram : Om sarira parisudhamàm swàha [semoga badan fisik dan badan pikiran hamba menjadi suci]. Kalau melukat di mata air, ucapkan mantram tersebut di setiap pancuran [masing-masing] sebelum kita membasahi rambut, membersihkan seluruh bagian badan dan sebelum meminum airnya tiga kali. Kalau melukat di campuhan atau laut, ucapkan mantram tersebut sama juga sebelum kita membersihkan diri, tapi tidak usah meminum airnya. Lebih baik lagi kalau proses melukat ini [terutama di mata air dan campuhan], kita lakukan juga sambil mandi dan keramas [dengan sabun dan shampoo].

Jalasena–abhi sincata

Jalasena-upa sincata

[Atharva Veda VI.57.2]

 -Mandilah [mandi seperti biasa] dan basahi seluruh bagian tubuh [semua bagian tubuh terkena air langsung] yang dipengaruhi [penyakit dan energi negatif] di dalam air suci.

4. Waktu.

Sebenarnya waktu untuk melukat baik dan bisa dilakukan kapan saja setiap saat. Akan tetapi pada waktu-waktu tertentu vibrasi kosmik alam semesta lebih kuat dibandingkan hari-hari lainnya. Veda menyebutkan bahwa matahari mempengaruhi kepribadian kita dan bulan mempengaruhi pikiran kita. Kalender Bali dan Kalender Jawa [dengan dewasa ayu / hari baik-nya] sebenarnya adalah buku petunjuk yang selaras dengan Veda, yang diwariskan oleh tetua kita untuk kita semua, untuk bisa membantu kita mengenali hari-hari mana saja yang memiliki vibrasi alam yang kuat untuk kegiatan spiritual tertentu.

Salah satu pemilihan waktu [dimana vibrasi alam kuat] untuk melukat yang disarankan adalah pada saat Purnama, Purwani [satu hari sebelum dan sesudah purnama], Ngembak Geni [sehari setelah Nyepi], Banyu Pinaruh [sehari setelah hari raya Saraswati] dan Tilem [bulan mati], dll.

KESALAHPAHAMAN TENTANG MELUKAT

Ada sebagian pendapat yang mengatakan bahwa melukat dapat menghapus dosa atau menghapus karma buruk. Pendapat ini sama sekali tidak benar. Karena hukum karma hanya bisa berhenti ketika kita sudah mengalami moksha [pembebasan sempurna].

Melukat adalah proses untuk membersihkan kekacauan simpul-simpul energi-energi negatif dari dalam diri kita dengan bantuan alam semesta. Sehingga lapisan-lapisan badan kita dibersihkan menjadi lebih segar-seimbang dan dan tranformasi pikiran kita juga dibersihkan menjadi lebih baik dan terang. Terutama bila kita melakukannya secara tekun dan rutin, misalnya rutin setiap purnama dan tilem dan harus dilakukan dengan cara yang benar sesuai penjelasan diatas.

PENUTUP

Apo asman matarah sundhayantu

Ghrtena no ghrtapvah punantu

Visvam hi ripram pravahanti devir

Ud id abhyah sucir a puta emi

[Rig Veda X.17.10]

– Semoga air suci berkah alam semesta ini menyucikan diri kami sehingga kami bercahaya gemerlapan. Semoga diri kami dibersihkan oleh air suci ini. Semoga air suci ini melenyapkan segala kekotoran kami. Kami akan bangkit [dari kegelapan] dan memperoleh kesucian darinya.

Sebenarnya setiap hari para dewa-dewi dan alam semesta ingin menuangkan air suci yang berkelimpahan ke bathin kita. Sayangnya kebanyakan orang tidak sadar dan tidak nyambung dengan hal ini karena kebanyakan orang [ibarat gelas], gelas jiwa dan badannya ditinggikan dan ada sebagian orang gelas jiwa dan badannya ditutup. Ketika gelasnya direndahkan dan dibuka, maka disanalah air suci semesta yang memurnikan diri bisa masuk ke dalam jiwa.

Sumber : https://wahana08.wordpress.com/2012/01/04/tata-cara-melukat/

My Timeline for 24 April 2015

My timeline for 24 Apr 2015

27 Nov 2014 16:34 : “There is always an easy solution to every human problem – neat, plausible, and wrong.” – H. L. Mencken

03 Dec 2014 16:27 : “Argue for your limitations, and sure enough they’re yours.” – Richard Bach

13 Dec 2014 04:26 : “why do we kill people who are killing people to show that people that killing is wrong?” – Holly Near

18 Dec 2014 16:43 : “We choose our joys and sorrows long before we experience them.” – Khalil Gibran

23 Dec 2014 05:27 : Selamat hari nyepi bagi yang merayakan! Happy birthday to me, again!

01 Jan 2015 17:33 : taun baru di negeri orang.. ga bisa ikut party!!! sare wae lah.. buon anno a tutti!

09 Jan 2015 16:15 : Seharian udah 2x masuk pulsa nyasar, tau gtu kmren ga beli..
~(ˇ▼ˇ~)(~ˇ▼ˇ)~

16 Jan 2015 13:06 : hanya bengbeng yg dapat menghibur #galau

18 Jan 2015 13:21 : Flawless streaming

26 Jan 2015 14:43 : Faith in Humanity Restored

02 Feb 2015 04:57 : kangen gajian… :(

15 Feb 2015 15:16 : “Sunday morning jump out the bed, put on my birthday suite..” Rude – Magic!

23 Feb 2015 22:10 : because the only things better than old memories is making new ones http://youtu.be/uZT-yHRo6cI

25 Feb 2015 04:39 : 今日は楽しかったです.
ヽ(´▽`) ノ

01 Mar 2015 03:31 : おいしかった!!!

05 Mar 2015 16:23 : disaat stok dollar udah abis, dan rate nya jadi Rp13.035/USD, disitu kadang saya merasa sedih

13 Mar 2015 03:11 : Karena sebagian dari kesenangan2 yg ada adalah cara gembira untuk gagal.. kone..

13 Mar 2015 16:31 : it is Friday the 13th

06 Apr 2015 15:22 : おれ と おまえ…

22 Apr 2015 04:01 : saat baca “no future assignment”, yg masuk ke otak cuma “no future”

24 Apr 2015 19:20 : 助けてくれ

 

Wuff in Peace

I just cant believe it. She was just a kid, just few months old..

It happened just in second, after got hit by a motorbike just outside my house, she ran into the house, I came hopping that she would be okay. But then, I saw blood in her mouth. She was dying in pain. She barely walked to her favorite place near the trees behind the gate, there she threw up her blood (and poop).

I was gonna call a vet, but dad said that Jothi will not gonna make it. She lived only for another 30 minutes, we were there for her. I saw her tears for the first time, and she cried for the second times. I couldn’t hold my tears as I went into my room. I couldn’t face the fact that she would die so young.

Rest in peace, Jothi. You’ll be in a better place.