Things happened in 2017

it’s been over a year since the last time I updated this blog. Many things happened to me this year, from promotion in my work place, getting married, selling my sport bike, learning to use Adobe After effect and Premiere Pro, and so on.

Most of my vacation time this year was spent on my newly rented house in Kutuh (South Kuta), which on the other side of the new site of Garuda Wisnu Kencana. While my wife is busy working, I just stay at home with my doggo, dobby.

meet Dobby, my doggo

Since I got a new hobby (photography and videography), I spent my time learning these three essential software for this kind of hobby. : Adobe After effect, Premiere Pro, Lightroom. You can see some of my work in my YouTube channel here.

This is one example of what I made with Adobe After Effect:

Xiaomi MI5

Xiaomi made it easy for us. The Mi 5 is one of the most beautiful, most powerful, and most capable smartphones to date and there is little to dwell on it. If the Mi 5 is available in your geographic region, our recommendation is to grab one right away.

Xiaomi is not ready to offer waterproofing just yet, but we can forgive its omission by being dazzled by the looks and thin profile. The lightweight glass body and sturdy metal frame, both thoughtfully crafted, may have had suffered from water-proofing anyway.

The Snapdragon 820 chip, the very bright screen, the enhanced 16MP snapper with 4-axis OIS, and the beefy battery are all an excellent complement to the charismatic Xiaomi Mi 5. The Android 6.0 Marshmallow allowed for native fingerprint reader and USB Type-C support, while the MIUI 7 launcher is as neat as ever.

Throughout our review we found the Mi 5 acing most of the key tests, which easily puts it around the top of the flagship chain. Considering the Mi 5 costs half the price of a Galaxy S7 or similar, it’s an easy recommendation.

The Xiaomi Mi 5 has no competition within its price bracket. The rest of the Snapdragon 820 devices are twice as expensive, as is the iPhone 6s. But if money is not the issue, then you should definitely check out the new waterproof Galaxy S7 and Xperia X Performance, as well as the innovative and modular LG G5. Each of those has its own pros and cons, but camera and performance-wise you’ll be OK with any of them.

The OnePlus 2 is cheaper than the Mi 5, offers similar display, but inferior design and chipset. Its camera is nothing to talk about either, nor is its battery life. But you can get the OnePlus 2 worldwide, and as we said – it comes cheaper, and as of recently – invite-free.

 

Cara Olahraga Ringan

Beberapa sahabat sempat terheran saat melihat saya tidak mengenakan seragam, terutama saat bertemu di pemandian umum khusus cowo di gang kompleks sebelah. Beberapa berani bertanya, “ndi, lu perasaan ga pernah keliatan di gym, kok keliatan fit terus, berbentuk pula”. Kalem sering saya menjawab, “kerjaan kuli memang berat”. Rahasianya?

 

Memang, saya sudah ngga pernah keliatan ke gym lagi semenjak September 2014. Tapi disela-sela jam kerja yang padat dan panjang (rata2 11jam per hari), saya selalu menyempatkan diri untuk olahraga ringan di kamar, setidaknya 5-15 menit setiap bangun tidur, entah itu pagi atau sore, bahkan tengah malam sebelum tidur.

 

Push Up

Saya punya target push up yaitu 100 kali repetisi yang terbagi menjadi 3-4 set setiap kali olahraga. Set pertama adalah 40 kali push up biasa, di lantai yg datar. Karena set ini adalah set pertama dari sekian rangkaian olahraga yang dilakukan, biasanya masih tersimpan banyak energy untuk melakukan repetisi “bonus” yang bisa ditambahkan dalam satu set.

Setelah istirahat selama kira2 20 detik, saya lanjutkan ke set ke-2 yaitu decline push up dengan 30 repetisi.

Lalu set ke-3, yaitu incline push up dengan 20 repetisi. Dengan posisi kaki di lantai, dan kedua tangan di kursi dengan jarak sebahu atau lebih dekat seperti diamond push up atau military push up.

10 repetisi sisanya saya gunakan untuk diamond push up, atau kalo masih terasa bertenaga, saya tambahkan repetisinya menjadi 20. Bahkan tambah set dengan military push up.

Push UP!!

Sit Up

Untuk mendapatkan perut datar yang seksi itu tidak mudah, bahkan melatih perut itu tergolong menyakitkan. Diperlukan ketekunan dan disiplin yang tinggi untuk mendapatkan perut idaman. Beberapa tahun lalu saya sempat kok punya perut 6 packs, tapi itu dengan diet terkontrol yang sangat ketat dan latihan sit up dengan beban 15-25 kg setiap hari. -,- tapi masa2 itu sudah lewat. Perut datar cukup kok, yang penting tidak buncit setelah makan ngamuk di jamuan makan.

Lanjut ke topik masalah, push up biasanya saya lakukan sebisanya, dan engga setiap hari kok. Biasanya saya akan memberi jeda 1-2 hari sebelum kembali melakukan sit up, ini untuk memberikan kesempatan recovery untuk otot2 perut. Setiap kali exercise, saya lakukan beberapa set yg masing2 terdiri dari 25 repetisi. Sets yang rutin saya lakukan: sit up, oblique V up, rock climber, scissors, in and out, cycling, dan sebagainya.

kalau sudah terbiasa melakukan work out, biasanya 25 repetisi bakal terasa enteng. Bisa ditambah repetisinya sampai otot terasa terbakar. Dan jangan lupa peregangan dengan posisi yoga “cobra” supaya tidak keram.

 

Resistance Band

sporti-heavy-resistance-band Kebetulan 2 tahun lalu saya sempat beli resistance band di sebuah toko obat dan alat kesehatan (drug store) waktu berkunjung ke Ketchikan, Alaska. Harganya $15 pada saat itu. Tergolong mahal dikelasnya, tapi lebih baik dari yg harganya lebih murah. Yang ini tidak gampang putus dengan resistance yang lebih kuat.

Alat multiguna ini saya gunakan khususnya untuk latihan tangan, yaitu membentuk deltoid, triceps, dan biceps. Tapi kadang2 saya juga menggunakannya untuk melatih bahu, perut, bahkan untuk push up. Dengan posisi dan set yang benar, latihan menggunakan resistance band untuk melatih biceps sama dengan saat menggunakan beban seberat 15-40KG tergantung dari panjang-pendeknya band dan ketebalan/kelas dari band itu sendiri.

 

Pull Up

Saya sering melakukan pull up, tapi bukan di kamar, karena terlalu sempit dan basically tidak ada tempatnya. Saya melakukan pull up setiap harus naik elevator. Kebetulan ada sejenis tangga di dalam elevator yg bisa saya gunakan untuk keperluan pull up. Setiap kali naik/turun dengan elevator biasanya saya bisa melakukan 10-15 kali pull up sebelum sampai di lantai yg diinginkan. Tidak perduli apa kata para sahabat yg kebetulan berada di dalam elevator mereka hanya melihat sambil terheran.

Pepatah bilang, mensana mensono, dalam jiwa yg sehat, bisa bebas kesini-kesono..

Jam Tangan Pintar: LG G Watch R

Sebenarnya jam tangan ini sudah saya miliki selama beberapa bulan, tapi baru kali ini sempat memberikan review mendalam untuknya. LG G Watch R, salah satu jam tangan pintar (smart watch) besutan LG dengan spesifikasi mumpuni dan desain yang tak lekang oleh waktu.

 

Desain

Beda dari smartwatch-smartwatch sebelumnya yang umumnya berbentuk kotak seperti jam digital, yang kadang terlihat seperti komputer pada pergelangan tangan.  G Watch R Dibekali dengan desain bundar yang sporty, jam tangan ini terlihat seperti jam tangan biasa kalau dari jauh.

 

Dari pabriknya, jam ini dilengkapi dengan leather strap (tali kulit) berwarna hitam putih. Kebetulan saya kurang suka memakai aksesories berbau kulit, jadi saya juga memesan silicon strap dan juga metal-link strap berwarna hitam supaya sesuai dengan warna dan design nya.

LG sama dock

Software

Beroperasi dengan android wear versi 1.40 dengan basis Android OS 6.0.1 (marshmallow), jam tangan ini bisa dikostumifikasi dengan mudah melalui perangkat android pendampingnya. Dalam hal ini saya menggunakan Xiaomi mi4 dengan android Marshmallow. Saya bisa menggunakan berbagai “watch face” favorit yang tersedia gratis di internet dan di playstore, tapi ada juga versi premium yang harganya rata2 cuma $1 per buah.

 

Hardware

Meskipun kelihatannya simple dan sederhana dari luar, tapi gadget yang tergolong premium ini didukung processor Snapdragon 400 1.2GHz , RAM 512MB , internal storage 4 GB, dan sebuah baterai berkapasitas 410mAh yang membuat tiap operasional terasa sangat halus tanpa lag sedikitpun. Tiap sentuhan dan perpindahan dari aplikasi ke aplikasi yang lainnya terasa responsive. Koneksi ke handphone lewat Bluetooth pun sangat cepat. Pada update firmware yang terakhir, dukungan software untuk menggunakan chip Wifi sudah terpasang seperti pada G Watch Urban. Banyak yang komplain dengan alasan jamnya kurang responsive, dan butuh beberapa detik bahkan menit untuk membuka satu aplikasi saja (sebut saja salah satunya generasi pertama sony smartwatch, bahkan generasi pertama LG watch yg masih berbentuk kotak). Tapi keluhan tersebut tidak terdapat pada jam tangan ini.

 

Harga

Sebenarnya ada generasi terbaru dari seri G Watch, yaitu LG G Watch Urban, yang merupakan penyempurnaan dari G Watch R. Tapi ini masalah selera pribadi, saya lebih suka desain yang cenderung sporty daripada design elegan dari G Watch Urban. Hal ini yang menyebabkan saya harus berburu online mencari toko yang masih menjual LG G Watch R, tapi apa daya stok sudah habis. Bahkan di Amazon.com harganya dibanderol $400 sebelum pajak dan ongkos kirim, dan harus indent beberapa hari. Lho, kok harganya jadi mirip dengan harga adiknya (Urban)?

 

Beruntung di ebay ada penawaran dari seseorang yang berdomisili di Texas. Karena butuh uang, beliau menjualnya hanya dengan harga $150 + ongkos kirim sekitar $15. Langsung saya login ke paypal untuk melakukan pembayaran. Dan yupz, saya hanya harus menunggu beberapa hari sampai barangnya tiba.

 

Kesimpulan

Dengan harga yang relative lebih terjangkau dari vendor saingan, LG G Watch R merupakan smartwatch yang terbilang lebih worthed untuk dimiliki. Ingin yang lebih bagus dari LG G Watch R? yang lebih mahal banyak.. Ada buatan Fossil dan Tag heuer yang punya design lebih keren dengan bandrol mencapai ribuan dollar. Smartwatch besutan apple juga ada, iWatch dengan design kotaknya itu, dari rentang harga  paling murah $350 sampai dengan ribuan dollar yg lebih mahal dari iPhone nya sendiri (harus punya iPhone).

 

Tapi, semua kembali ke selera pribadi. Bukan begitu?

Rancang Desain Bangunan

Beberapa hari belakangan, kerjaan ngga menumpuk seperti biasanya, jadi saya punya banyak waktu luang di depan komputer kerja. Karena ngga boleh pergi kemana-mana, jadi baiknya saya melakukan kegiatan yang positif sambil menunggu jam pulang, salah satunya dengan menuangkan inspirasi desain rumah impian saya.

Beberapa bulan kedepan saya rencananya ingin meminang sebidang tanah kavling seluas minimal 1 are, atau mungkin beserta dengan rumahnya. Ini memang impian saya sejak dulu untuk punya rumah sebelum menikah, dan rupanya ada jalan yang terbuka untuk mewujudkannya tahun ini.

Berikut beberapa layout idaman saya untuk tipe 36, 45, dan 50 pada tanah seluas 1 are:T36a
T50
T45

Kalau dilihat dari layout nya, memang nampak ada persamaan. Yapz, persamaan nya terletak pada ruang keluarga dan dapur yang cuma dipisahkan oleh bar counter yang selain berfungsi sebagai bar, bisa juga berfungsi sebagai meja makan. Ini terinspirasi dari design apartemen milik Ted Mosby.

Lokasi idaman saya pribadi adalah di seputaran kota Singaraja. Sebuah kota kecil terletak di Bali Utara, udaranya panas memang, karena dekat pantai, tapi juga sangat sejuk pada pagi hari, mungkin karena dekat dengan pegunungan. Well, lets see in November.

Jadwal Kerja Baru

Sudah beberapa minggu ini saya kembali bekerja di belakang meja seperti tahun-tahun sebelumnya. Kelihatannya memang bonafit, kerja kantoran. Banyak teman sejawat bilang “wah, Andi, Nice life sekarang, ga gedebak-gedebuk kerjanya”. Dan biasanya saya hanya bisa menjawab sambil tersenyum “iya, mau tukeran posisi ngga?” dengan nada rendah.

Banyak yang tidak tahu kalau posisi saya sekarang ini adalah posisi tidak sehat jika dibandingkan dengan teman sejawat. Tidak sehat fisikologis, psikologis, dan juga moneter. Kenapa?
0511-0811-0415-3733_Cartoon_of_an_Office_Worker_Drinking_Too_Much_Coffee_clipart_image
Read More