Episode 1 : Berantakan

Ada sebuah cerpen ngawur nieh.. baca yach…

Meskipun tulisan ama jalan ceritanya jalannya ngalor-ngidul, tapi coba deh dibaca…


Libur panjang telah membuatku jauh dari yang namanya dunia maya. Meskipun begitu, tekadku kuat, sekuat baja.. Setiap hari aku terus mengikuti perkembangan blogku dan warta-warta dari akun Pest-Book (facebook) ku.

Meski hanya bermodal Opera Mini 4.2, aku tetap berpetualang menyusuri rimba digital.

Bahkan saat Hari Raya Nyepi di Bali tercinta. Aku tetap berkomunikasi lewat dunia maya yang dengan hebatnya merasuk ke seluruh insan berdosa di sana. Padahal saat nyepi kita tidak oleh melakukannya, tapi kita tetap melakukannya tanpa rasa berdosa, itulah yang menyebabkan kita semakin berdosa..

Bicara masalah dosa, pernahkah kita merenung… Seberapa besar dosa kita? jangan berpikir jauh-jauh.. pikirkanlah

Seberapa besar dosa kita pada ibu kita???

Lalu bagaimana cara kita menghapus dosa tersebut???

Satu jalan yang simple, dan bahkan semua orangpun bisa melakukannya adalah…. dengan mendoakannya agar selamat dan sehat selalu, agar senantiasa beliau selalu mendoakan kita agar selamat dimanapun kita berada.

Berdoa
Berdoa

Well, back to my life..

Bersabar, dan terus bersabar selama liburan. Saat dimana aku harus terus berada di dalam rumah. Tidak bisa kemana-mana karena memang aku tidak punya tujuan. Aku ini orangya jarang bisa bergaul kalau sedang berada di rumah. Lain halnya kalau ada di kontrakan atau disekolah, tau di jalanan.

Akhirnya hari sabtu ini aku sudah tidak tahan lagi, dengan tekad membara karena habis makan CapCay buatan ibu, aku memutuskan untuk berangkat ke Kota Kecil di belahan Bali Utara, dimana kontrakanku didirikan oleh tuan rumahku beberapa puluh tahun yang lalu.. (serem amat bahasanya…)

Capcay buatan ibu
Capcay buatan ibu

Sebenarnya capcay ini sudah direncanakan dari kemarin. Sebelum aku berangkat ke Gobleg (dekat Banyuatis) bersama seorang temanku, ibu menitipkan uang untuk membeli bahan makanan di Hardy’s Grosir. Turunlah gengsiku saat disuruh membeli sayur-mayur dan buah-buahan, serta daging ayam untuk memasak capcay. Apaagi saat semua cewek di Hardys pada ngeliat ke kami yang membawa sayuran dengan ekspresi yang… ih..

Oh ya, kemarin aku bersama temanku yang bernama Angga berkunjung ke rumah Si Do’i. Kebetulan 2 hari sebelumnya, si Angga aku kasi nomer hape sepupunya Si Do’i. Dan pada akhirnya mereka pun PDKT… Dan itupun semakin menguatkan alasanku untuk memberanikan diri datang ke rumahnya dengan tidak memperdulikan siapa yang nanti bakal ketemu sama aku. Tapi untungnya bokap Si Do’i lagi ada acara di luar rumah.. ngga canggung deh…

Danau Bratan difoto dari Gobleg
Danau Bratan difoto dari Gobleg

Kemarin kami lewat jalur pilihan pertama, yaitu Singaraja-Seririt-Banyuatis lalu ke Gobleg. Kami pilih jalur ini karena kami bisa menarik gas motor kami sampai kecepatan rata-rata 100km/jam selama perjalanan. Sedangkan kalau lewat rute kedua, yaitu Singaraja-Gitgit-Wanagiri-Gobleg, kami harus berlama-lama ada di tanjakan dan tikungan-tikungan tajam. Kalau dilihat dari jarak, rute kedua mempunyai jarak tempuh yang lebih dekat mengingat pilihan pertama akan membuat kita memutar lewat Seririt. Tapi dengan medan yang lebih landai dan tikungan yang tidak terlalu tajam, pilihan pertama membuat kami cepat sampai.


Sebenarnya masih banyak yang ingin ditambahkan ke dalam cerpen ini, tapi mengingat pantat udah panes duduk terus, terpaksa nanti bakal disambung di episode berikutnya…. see ya…

Andi Setiawan

Loving husband - Caring Father - Slap bet Commissionaire (I wish) find my complete profile on: http://andisetiawan.com/about-me http://facebook.com/andiim3 - http://gplus.to/andiim3 - http://andiim3.com

2 thoughts to “Episode 1 : Berantakan”

  1. Emank kuenceng..
    Tapi database cuma 1 n quota dikit..

    Coba di awardspace ato 000webhost

    klo nyari domain gratis sie ga ada.. Klo subdomain bnyk..

    Coba hunting ke freedns.afraid.org

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.