ADV hitam

Ninja diganti ADV

Ada yang bilang “semuanya akan mati matic pada akhirnya”. Bener aja, sekarang tuntutan transportasi sehari-hari ga bisa mengandalkan sport bike yang bahkan ga bisa dipake beli nasi bungkus di warung depan.

Sempet kita coba pulang kampung naik ni motor untuk yang pertama kalinya, dan waktu itu kita pulang pergi Jimbaran-Negara, tulang punggung kerasa patah, tangan kesemutan. Ternyata jauh lebih nikmat kalo pulang kampung itu bawa mobil, ada AC, ada musik, ada kursi yang empuk. Kalo lagi pengen ngemil pun ada yang nyuapin.

Jadi bulan september kemarin, dengan berat hati si Tinja mesti diganti dengan matic. Kebetulan ada yg nawar tukar tambah dengan ADV yg juga belum setahun dipake, sama-sama baru 5000an KM. Ya jadilah si ADV ini yang sekarang nganter ngirim barang tiap hari.

ADV hitam

Hari ke-2 motor ini dirumah, langsung kita test drive ke Kintamani. Disana kita beli kopi doank, abis itu singgah ke rumah temen yang kebetulan dekat situ, dan langsung pulang. Ga bikin pegel ternyata. Apalagi kali ini bisa gantian bawa sama bini. Konsumsi bahan bakar juga hemat, tembus 40km/liter. Lumayan di masa covid kaya gini.

Andi Setiawan

Loving husband - Caring Father - Slap bet Commissionaire (I wish) find my complete profile on: http://andisetiawan.com/about-me http://facebook.com/andiim3 - http://gplus.to/andiim3 - http://andiim3.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.