Jadwal Kerja Baru

Sudah beberapa minggu ini saya kembali bekerja di belakang meja seperti tahun-tahun sebelumnya. Kelihatannya memang bonafit, kerja kantoran. Banyak teman sejawat bilang “wah, Andi, Nice life sekarang, ga gedebak-gedebuk kerjanya”. Dan biasanya saya hanya bisa menjawab sambil tersenyum “iya, mau tukeran posisi ngga?” dengan nada rendah.

Banyak yang tidak tahu kalau posisi saya sekarang ini adalah posisi tidak sehat jika dibandingkan dengan teman sejawat. Tidak sehat fisikologis, psikologis, dan juga moneter. Kenapa?
0511-0811-0415-3733_Cartoon_of_an_Office_Worker_Drinking_Too_Much_Coffee_clipart_image

Saya katakan tidak sehat untuk badan karena kerjaan saya menuntut saya untuk tetap duduk di depan komputer selama berjam2. Bahkan pada shift sore, saya kerja dari jam 4.30 sore sampai jam 12 malam.

Secara psikologis, saya bosan. Diam di depan komputer, menunggu ada telepon, menunggu ada pesanan, dimana partner di sebelah juga sibuk dengan dirinya sendiri. Ga ada teman ngobrol.

Secara moneter, saya ngga dapet ceperan. Dengan gaji pokok dan berbagai intensif yang relatif sama dengan dengan rekan2 yang bekerja di lapangan, saya adalah satu2nya yg punya penghasilan akhir bulanan terkecil, bukan karena tidak mau mencari ceperan, tapi tidak adanya kesempatan. Bahkan, sebenernya saya malah norokin biaya tetap untuk ini dan itu yang biasanya ter-cover dengan ceperan mingguan.

Tapi apa boleh buat, si bos menaruh saya disini bukan tanpa alasan, beliau mempercayakan posisi ini kepada saya. Padahal di tempat lain, posisi saya sekarang ini selalu ditempati oleh orang2 dengan jabatan dan gaji yang dua tingkat diatas saya. On the positive side, saya dipercaya karena mampu. Dan salah satu supervisor saya selalu bilang, “ini kesempatan emas buat kamu!” dan lalu berlalu.

Yah, Paling ngga saya sudah boleh berbangga hati. Hahahaha..

Leave a Reply